Thursday, August 29, 2013

Sebuah tinjauan psikologi perilaku manusia.



1.Jika kita ‘hanya’ berharap untuk mendapatkan pahala saja dari Allah (berupa syurga dengan segala fasilitasnya seperti bidadari, berlimpahnya segala makanan dan kenikmatan hidup, dll), yang konon kejadianya masih dirasa jauh/lama. Bahkan lama sekali, karena harus melewati sisa umur kita sampai mati, kemudian melalui alam kubur, baru syurga. Maka untuk beribadah dalam waktu selama itu terasa berat... Maka orang akhirnya malas beribadah.
2.Begitu juga jika kita ‘hanya’ diancam siksa Allah saja (berupa api yang sangat-sangatlah panas, atau air dingin yang sangat-sangatlah dingin, bau, jorok, dll). Itu ancaman besok-besok toh belum terjadi. Maka orang akhirnya pasrah, dan malas beribadah juga.
3.Beribadahpun jika tidak ikhlas tidak berguna juga. Akhirnya merasa jerih payah seperti tidak ada gunanya. Akhirnya orang malas beribadah juga

Sampai-sampai Allahpun jika memerintah dan melarang selalu disandingkan antara pahala dan siksa-Nya. Itupun kebanyakan kita masih enggan menunaikan ibadah juga. Kenapa ? karena kita merasa pelaksanaan pahala atau siksa-Nya tersebut masih jauh itu tadi.

Orang cenderung lebih tertarik melakukan hal-hal yang sifatnya instan, cepat dapat hasil, atau cepat dapat akibatnya.

No comments:

Post a Comment