Thursday, August 29, 2013

Berdo’a


Kebanyakan kita berdo’a karena keinginan bukan kebutuhan. Allah memberi ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari, bagaikan seorang anak kecil sedang flu minta es… bukanya minta obat... Menurut kaca mata anak kecil es itulah yang dibutuhkanya, sebenarnya itu bukan kebutuhan melainkan keinginan anak
Aturan Allah sebagai berikut ; Do’a boleh dikabulkan asal sesuai kebutuhan, bukanya keinginan. Karena jika baru keinginan saja Allah sudah mengijabahi, maka kita akan cenderung merasa bahwa kita minta… kemudian Allah menciptakan dan memberikan-Nya kepada kita. Artinya posisi kita diatas, dan Allah seolah-olah menjadi mesin kita, sehingga kita cenderung merasa Allah bisa disuruh, besar diri, sombong, dst… perasaan inilah yang tidak dikehendaki Allah…
Seandainya keinginan kita oleh Allahpun diijabahi juga, bisa dibayangkan bumi ini tidak akan muat, banyak pertentangan kepentingan, rebutan, malas berusaha, dll. Akhirnya bumi ini tidak lestari. Itu sama saja mengatakan Allah gagal

Masalah Allah memerintahkan kita untuk berdo’a, dan semua do’a pasti Allah ijabahi… Sebetulnya Allah sudah mengijabahi-Nya. bahkan sebelum kita berdo’apun. Coba perhatikan… Dia mencukupi semua kebutuhan seluruh mahluk yang ada dilautan luas mulai dari menjamin makananya, merawatnya, menjaganya, dst. mampu kok… bahkan seluruh alam raya ini mampu kok… apalagi cuma permintaan kita…
Cuma saja memang… belum semuanya diberikan sekarang… sekarang diberikan baru yang sebagian kecil saja, itupun sebagian sangat keciiiil sekali, dan itupun sesuai kebutuhan kita. Mengingat dan menimbang dampaknya di atas…
Subhanallah… begitu teliti dan sayang-Nya Allah sama kita.

Yang selanjutnya, do’a itu harus ikhlas. Rumus ikhlas = tidak mengharapkan. Artinya Allah mengabulkan atau tidak… gak perduli… jangan ngotot, karena kalau kita ngotot, namanya bukan minta lagi tapi lebih cenderung memerintah. Tugas kita hanya minta, sedang tugas Allah memberi… selesai

No comments:

Post a Comment